Bagaimana Cara Menggendong Bayi Yang Baru Lahir ? Dan Tips Menggendong Sesuai Usia Bayi

Bagaimana Cara Menggendong bayi yang baru lahir ? Menggendong bayi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Ini dikarenakan kemampuan otot yang dikendalikan motorik otak bayi belum sepenuhnya berfungsi dan tergolong lemah.

Oleh karena itu, menopang bagian kepala dan leher bayi sangatlah penting saat berupaya menggendongnya, baik dalam posisi menimang, tengkurap, memeluk atau menyusui.

Jika berniat menimang bayi, angkat bayi yang sedang berbaring dan letakkan salah satu tangan Anda di bawah leher dan kepalanya. Sementara itu, satu tangan lainnya berada di bagian bokongnya.


Bagaimana Cara Menggendong Bayi Yang Baru Lahir ? Ini dia Caranya

Cara Menggendong Bayi Yang Baru Lahir

Menggendong bayi terutama yang baru lahir, pastilah menakutkan bagi seorang ibu baru. Tubuh bayi yang mungil seolah-olah sangat rapuh. Jangan takut dan ragu dengan sedikit belajar dan keyakinan diri pasti kita bisa menggendong bayi dengan luwes. Yakinlah dengan kemauan, maka beberapa saat kemudian maka naluri keibuan kita akan semakin membantu memudahkan kita.
Langkah-langkah untuk memulai menggendong bayi:

Mendekatlah Pada si Bayi

Untuk mengangkat bayi, pertama-tama mendekatlah pada si bayi, lalu selipkan satu tangan kita di bagian leher dan kepala untuk menyangganya. Lalu letakan tangan yang satu untuk menopang punggung dan pantatnya.

Letakan Bayi di Lipatan Siku

Saat menggendong, letakan/rebahkan kepala bayi dilipatan siku kita lalu sangga pantatnya dengan telapak tangan. Sekarang bayi bisa kita angkat dengan aman. Ingat lakukan selalu dengan gerakan perlahan. Jangan lupa untuk memegangnya erat-erat, lalu perlahan dekatkan bayi ke arah dada kita. Saat mengangkat bayi dari tempat tidurnya, posisi kepala sejajar dengan bagian tubuh lainnya sedangkan jika sudah dalam gendongan maka posisi kepala bayi harus selalu lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya.

Baca Juga : Kenali Gejala Awal Penyakit Jantung Sejak Dini

Dekat Bayi Pada Dada Kita

Dengan mendekatkan bayi pada dada kita, maka bayi akan merasa senang karena bisa mendengarkan suar detak jantung kita.

Meletakan Bayi

Untuk meletakan bayi di ranjangnya, turunkan tubuhnya dulu hingga menyentuh kasur. Selama itu sangga terus kepalanya, baru setelah tubuh bayi benar-benar aman di atas kasur, tarik tangan kita dari kepalanya dengan perlahan.

Tips:

Menggendong dipercaya sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dengan si kecil. Dengan menggendong dan menimang si kecil akan membuat mereka merasa nyaman dan tidak mudah rewel.
Pilih alat yang tepat untuk menggendong. Alat itu biasanya selempang atau kain selendang. Pastikan alat untuk menggendong itu aman dan nyaman baik bagi si bayi maupun kita yang menggendongnya serta mudah untuk digunakan. Untuk Mendapatkan alat gendong yang tepat, aman namun juga nyaman baik buat ibu maupun bayi
Jika bayi akan digendong setelah di beri ASI, gunakan kain lembut dan letakan di bahu kita, sebagai alas bagi baju kita, bila si bayi kemungkinan mengalami gumoh.


Ada beberapa fase usia yang harus kita perhatikan saat kita akan menggendong bayi. Fase-fase usia ini dianggap penting untuk kita ketahui karena pada fase-fase inilah bayi masih berada pada masa rawannya. Maka dari itu,tips aman menggendong bayi sesuai usia dapat dibedakan menjadi:

Cara Menggendong Bayi Usia 0 – 3 Bulan

Teknik menggendong bayi di usia ini adalah bungkukkan badan Anda ke arah bayi yang dalam keadaan telentang, selipkan satu buah tangan Anda pada bagian leher untuk dapat menyangga kepala bayi, letakkan tangan Anda di bagian belakang badan si kecil agar dapat menopang bagian punggung dan juga bokongnya. Setelah itu letakkan bagian kepala bayi, leher, dan juga punggung bayi pada lipatan siku tangan kiri ataupun tangan kanan. Sementara telapak tangan yang satunya menopang bokong, kemudian kakinya ditopang dengan lengan. Posisikan si kecil berada dekat dengan dada Anda sehingga ia merasa nyaman.

Anda juga dapat mengendong bayi dengan posisi tegak dengan kepala si kecil di atas bahu Anda dan menghadap ke arah belakang. Sandarkan bagian dada bayi pada dada Anda, topang bagian lehernya dengan menggunakan satu tangan dan tangan yang lainnya menopang bagian punggung dan juga  bokong. Bayi di atas satu bulan dapat diposisikan pada setengah duduk. Satu tangan Anda menyangga bagian bokongnya sementara tangan Anda yang lain memegang bagian dada. Pastikan kepala bayi bersandar pada dada.

Cara Menggendong Bayi Usia 3 – 6 Bulan

Di usia 3-6 bulan ini biasanya bayi lebih senang jika digendong pada posisi duduk dengan menghadap ke arah depan. Karena bayi sudah bisa duduk di pangkuan dan dia tidak akan betah jika dibaringkan. Di usianya yang memasuki empat bulan, posisi si kecil sudah lebih luwes lagi, dia bisa digendong dengan menghadap ke arah depan, belakang ataupun berhadapan. Kemudian pada usia 5 bulan, sebaiknya Anda menggunakan kain gendongan sebab tubuh bayi akan semakin berat. Posisinya dapat didudukkan pada pinggang, di bagian depan perut dengan posisi yang berhadapan, dengan ditopang menggunakan salah satu lengan. Dengan begitu Anda tetap dapat melakukan aktivitas sambil menggendong bayi dengan lebih mudah.

Cara Menggendong Bayi Diatas Usia 6 Bulan

Bayi sudah tidak terlalu ringkih lagi, bagian tulang dan ototnya juga semakin kuat sehingga dapat menggendongnya dengan berbagai posisi. Misalnya dengan didudukkan di bagian depan dada dengan menggunakan satu tangan yang menyangga bok0ngnya dan tangan lainnya melingkar di bagian perutnya, posisi duduk dengan bagian tubuh bayi setengah berhadapan dengan badanAnda serta kedua tangan Anda menopang bok0ng dan bagian pinggang bayi, bisa juga Anda menggunakan alat gendong bayi dengan posisi duduk.

Cara Menggendong Bayi Diatas Usia 8 Bulan

Pada usia 8 bulan ke atas masih diperlukan, orang tua tetap diajurkan untuk menggendong anaknya. Meskipun demikian, anak juga harus diberi kesempatan untuk dapat bereksplorasi, entah di itu kasur ataupun lantai. Biarkan saja mengeksplorasi semua kemampuannya, rasa keingintahuannya serta lingkungannya. Pada usia di atas 8 bulan ini bayi sudah dapat merangkak, belajar berdiri, merambat dan bahkan berjalan. Teknik menggendong bayi pada usia ini tidak jauh berbeda dengan usia 6 bulan ke atas.


Fase-fase tersebut di atas sangat penting untuk kita ketahui agar kita dapa meminimalisr resiko-resiko seperti terkilir atau patah tulang pada bayi saat kita menggendongnya.Dengan demikian, kita dapat selalu memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi kita sehingga ikatan batin kita dan bayi kita pun juga semakin erat.Yang terpenting dalam menggendong bayi adalah kita sebaiknya tidak mendekapnya terlalu erat agar bayi selalu merasa nyaman. Selain itu, kita juga harus sebisa mungkin menghindari goncangan yang terlalu keras saat menggendong atau menimang bayi karena akan berakibat fatal bagi otaknya.Demikian fase-fase yang paling penting untuk kita perhatikan dalam tips aman menggendong bayi sesuai usia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *